Senin, 02 November 2015

Selasa, 27 Oktober 2015

Cerpen singkat



Satu hari menjelang UN
Seperti biasa pelajaran berlangsung jam 07:00 sampai 12:30 siang, sepanjang waktu kelas selalu terlihat sangat gaduh. Setiap hari juga seperti itu. Aku dan teman-teman bertindak semaunya sendiri, tapi! Tupun Kecuali satu mata pelajaran “MATEMATIKA” tidak ada yang berani , satupun kata tak keluar (takut sama gurunya).

Malam itu, PR menumpuk “uh!! Capek”. Aku, Yuli, Ziar dan teman-teman yang lain berkumpul ke rumah temen cowok. Setibanya di rumah dia, karena terlalu banyak anak-anak akhirnya aku bilang “eh.. mending ke rumah Ziar aja, kan lebih luasan”. Teman-teman setuju, tapi ada satu  yang tak sependapat denganku “padahal kita udah mau lulusan, gimana sih kok gak kompak?” gumamku. Akhirnya aku dan teman-teman yang lain kecuali Iftha, Wida, Putra dan Syarif aja yang ga mau ikut. Aku dan taman-temanpun langsung tancap ke rumah Ziar, kita langsung kerjakan semua PR yang udah segunung, gara-garanya tak pernah mengerjakan PR (namanya saja anak muda! Suka malas-malasan, mending main hp daripada belajar).

Keesokan harinya ketika semua anak berkumpul dalam kelas yang sangat ricuh, ada yang suka diem, suka ngejailin temen, buku-buku berserakan sana-sini, suara berisik di semua sudut ruangan. Iftha di kelas di panggil “Dona” memang iu nama panggilan dia dari SD. Ketika hendak menyapanya seperti ada yang berubah, dia sepertinya marah denganku. “Dona kenapa?” tanyaku. Dia tak menjawab sepatah katapun. Aku mulai resah dengan tingkahnya, tapi anehnya dia tak marah dengan siapapun kecuali aku.

Hari demi-hari aku jalani tanpa bergurau dengannya seperti hari-hari sebelumnya, menyembunyikan pertengkaran ini dari teman-temanku,tapi lama-lama mereka merasa seperti ada yang aneh di atara kita berdua, padahal aku juga udah minta maaf, juga sms dia. Tapi dia tidak pernah membalas perminta maafanku. Aku merasa sedikit kecewa, akhirnya aku membiarkannya saja. Sampai dia mau memaafkanku.
Sudah beberapa ujian yang ku lewati rasanya tanpa satu teman berharga itu sangat hampa. Mau apa lagi dia masih belum bisa memaafkanku. Hingga sampailah saat yang ku tunggu-tunggu yaitu UN (bakalan rajin tahajutan nih).
Satu hari sebelum UN aku dan teman-teman do’a sama-sama di sekolah, sambil di beri arahan-arahan buat persiapan UN besok, sambil meminta maaf sama guru-guru. Setelah acara selesai, kita di perbolehkan pulang. Aku berdiri hendak mau pulang sambil canda-candaan sama Ziar, tiba-tiba ada yang pegang tanganku dari belakang. Aku fikir siapa!! Ternyata Dona “maafin aku ya!!” ucapanya. Seketika aku langsung menjawabnya “ia, sama-sama. Aku udah maafin kamu dari dulu”. Satu bulan sudah aku dan dia tak saling tegur sapa, kini akhirnya dia mau maafin aku.

pengalaman

hallo para pengguna socmed ..!

hidup itu harus punya pengalaman . kalo nggak punya ya namanya bukan hidup dong :)
salah satunya nih cinta . nah ngomong ngomong tentang cinta , cinta itu sebenernya apaa sih? gue masih bingung !
so para remaja jaman sekarang itu aneh bilangnya gue nggak bisa hidup tanpa cinta mu ckckck
kalo yang kaya gitu udah biasa. yang gue heranin kenapa ok nggak ada yang bilang gue nggak bisa hidup tanpa baju haha apalagi yang ini. 
 jarang banget gue temuin.

jadi ya pertannyaannya itu sebenernya cinta itu makanan ato sejenis bkwan gitu :0